Latar Belakang

Yayasan Kebun Anggur terbentuk karena keprihatinan dari para pengurus akan kemiskinan yang masih ada di negeri ini. Ada banyak orang miskin di sekitar kita dan ada banyak cara pula untuk menolong mereka.Tidak mungkin bagi kami untuk menolong semua orang miskin yang ada di negeri ini, terlalu luas dan terlalu besar untuk dijangkau dengan keterbatasan dana, waktu ataupun tenaga yang kami miliki.
Namun bila tak bisa menjadi jalan besar, cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang, bila tak bisa menjadi matahari, cukuplah menjadi lilin yang dapat menerangi sekitar kita. Daripada hanya berbicara tentang kasih dan keprihatinan, namun jika tidak bertindak sama sekali, maka sama seperti tong kosong yang nyaring bunyinya.
Itulah sebabnya kami mau ambil langkah untuk membantu mereka walaupun tidak bisa menjangkau semua orang miskin. Bertindak lebih baik daripada sekedar berwacana, berbuat baik sekecil apapun, dampaknya akan bermakna besar buat orang-orang yang ditolong.
Mengapa mereka miskin? Ada banyak alasan yang membuat orang jatuh miskin seperti kebangkrutan, ditipu orang, biaya pengobatan yang terlalu besar atau akibat lainnya. Tetapi ada juga orang yang hidupnya miskin karena memang sudah terbiasa hidup dalam kemiskinan sejak kecil, mereka tahu hidup mereka dalam kekurangan, tapi mereka tidak mau keluar dari kemiskinan karena ‘mindset’ mereka mau cari uang gampang tanpa mau bekerja keras atau dengan kata lain malas, diantaranya menjadi pengemis, pengamen jalanan, parkir liar, pemalak, preman dan lain-lain.
Itu sebabnya kami berkesimpulan problem utama sebagian mereka terletak pada karakter. Mereka sulit diubahkan karena karakter mereka sudah terbentuk. Oleh karena itu kami tidak berfokus memberikan bantuan dalam bentuk uang atau barang, tetapi membantu mereka dibidang pendidikan, dalam hal ini bimbingan belajar gratis.
Fokus pendidikan ditujukan kepada anak-anak usia sekolah karena mereka masih memiliki harapan akan masa depan dan karakter mereka pun masih bisa dibentuk. Hati anak-anak itu seperti kertas putih dimana kita bisa memberi warna dalam kehidupan mereka sebagai bekal mereka dimasa yang akan datang.
Tiga mata pelajaran yang diajarkan kepada mereka : Matematika, Bahasa Inggris dan Budi Pekerti. Kami ingin agar anak-anak tidak hanya pandai dalam aspek kognitif saja yaitu Matematika dan Bahasa Inggris, tetapi juga yang tidak kalah pentingnya adalah karakter yang kuat sehingga memiliki integritas.
Bahan Budi Pekerti berupa permainan (games) atau cerita-cerita. Anak-anak lebih mudah menyerap waktu pesan yang disampaikan melalui ‘games’ atau cerita.Contoh Pelajaran Budi Pekerti : Kerajinan, kedisiplinan, kejujuran, sopan santun dan lain-lain.
Tujuan yang diharapkan melalui pelajaran Budi Pekerti yaitu:
1. Perubahan karakter yang tidak lagi mengikuti perilaku orang tuanya yang buruk.
2. Dikemudian hari mereka tidak menjadi preman ataupun sampah masyarakat karena sejak kecil sudah dididik tentang budi pekerti.
3. Mereka dapat bekerjasama serta saling mengasihi antar sesama manusia.Selain itu kami juga akan memperhatikan faktor kebersihan dan kesehatan anak-anak serta lingkungannya dengan mengajarkan bagaimana menggosok gigi, gunting kuku, gunting rambut ataupun mencuci tangan dan memberikan makanan bergizi.
Untuk wilayah tersebut kami juga mengadakan bakti sosial berupa fogging atau penyemprotan nyamuk DBD, pengobatan gratis, gunting rambut gratis ataupun mengajarkan ibu-ibu cara menggunting rambut agar menjadi bekal mereka untuk mencari uang.